Label

Senin, 18 Mei 2020

AKHLAK TERPUJI : Tasammuh

TASAMMUH

Toleransi Beragama ala Kiai Hasyim Muzadi

    TOLERANSI DISEBUT JUGA TENGGANG RASA ATAU SALING MENGHARGAI. DALAM ISTILAH AGAMA ISLAM, TOLERANSI DISEBUT JUGA TASAMMUH, YAITU SUATU SIKAP YANG SENANTIASA SALING MENGHARGAI ANTARSESAMA MANUSIA.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (q.s. Al-hujurat : 13)

MACAM - MACAM TASAMMUH

a. Sesama orang islam
           kepada sesama muslim, bersikap toleransi merupakan kewajiban yang disyariatkan oleh agama. Hal ini didasarkan atas sebab satu akidah persaudaraan yang sama, yaitu agama islam. Persaudaraan sesama muslim oleh rasulullah digambarkan bagaikan satu jasad. Jika ada satu anggota badan yang sakit, maka anggota tubuh lainnya juga ikut merasakan sakit. Firman allah swt dalam al-quran menyebutkan sebagai berikut.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudara dan bertaqwalah kepada allah supaya kamu mendapat rahmat.” (q.s. al-hujurat : 10)
b. Kepada orang non islam
     dalam ajaran islam tidak ada larangan untuk bergaul serta berlaku adil terhadap orang – orang yang nonmuslim. Namun toleransi terhadap orang – orang yang nonmuslim ini memiliki batasbatas yang amat tegas, yaitu tidak mencampurkan cara beribadah dan berkeyakinan dengan cara ibadah agama lain, karena islam telah jelas memberikan batasan tersebut. Sebagaimana firmAN ALLAH DALAM AL-QURAN.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦
katakanlah: hai orang – orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah, apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Umtukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (q.s. al-kafirun : 1 – 6)

FUNGSI BERSIKAP TASAMMUH

Bersikap tasammuh memiliki fungsi sebagai berikut.
a. Menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam pergaulan antarsesama umat manusia.
b. Memperbanyak persaudaraan dan persahabatan.
c. Menunjukkan jiwa besar yang mau mengalah untuk kepentingan bersama.
d. Menghilangkan kesulitan yang ada pada diri sendiri maupun pada orang lain.

semoga bermanfaat:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar