Adab – adab Membaca Al – Quran
![Mengais Metode Belajar Membaca Al-Qur'an [1] – ARTIKULA.ID](https://artikula.id/wp-content/uploads/2019/04/Img_6880222550-01.jpeg)
1.
Berwudhu
Jika seseorang itu membaca dari mushaf maka
wajib beginya untuk berwudhu terlebih dahulu, tidak boleh membaca dengan
menyentuh mushaf dalam keadaan tidak berwudhu. Mengingat sabda Nabi sholallahu
‘alaihi wasallam,
“Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali
orang yang suci.” (HR. Al – Hakim)
Jika membacanya dengan hafalan, dianjurkan
untuk dalam keadaan berwudhu dan boleh dalam keadaan tidak berwudhu. Adapun
orang yang dalam kondisi hadats besar semacam junub dan haid maka tidak boleh
baginya untuk membaca Al – Quran secara mutlak baik dengan memegang mushaf
ataupun dengan hafalan sampai dia suci dari hadats besar, karena Nabi
sholallahu ‘alaihi wasallam tidak membaca Al – Quran ketika beliau junub.
2.
Membaca Taawudz
“Jika engkau membaca Al – Quran maka
mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk”. (QS. An – Nahl :
98)
Ketika seseorang itu memohon perlindungan
dari setan yang terkutuk maka Allah akan melindungkannya dan akan memalingkan
setan darinya, sehingga dia mendapatkan manfaat dari Al – Quran yang dia baca,
jika dia tidak bertaawudz maka setan akan mengganggu dan menyibukkannya dari
bacaannya.
3.
Membaca Basmalah
Jika seseorang itu memulai dari awal surat,
karena basmalah itu diturunkan di tiap awal surat kecuali At – Taubah.
4.
Membaca Al – Quran dengan Tartil
Tartil yaitu pelan, tidak tergesa – gesa,
tolak ukur pelannay adalah memberikan kepada setiap huruf apa yang menjadi
haknya dari tajwid sesuai kemampuan pembaca. Terdapat sebuah atsar tentang
larangan membaca Al – Quran dengan tergesa – gesa (ngebut) dan sebagaimana
menebar daql, yakni kurma yang jelek.
5.
Berupaya Memperbagus Suara Disaat Memba Al –
Quran
Memperbagus bacaan dan suara saat membaca
Al – Quran membuat orang suka mendengarkannya, dan yang mendapat kenikmatan
tidak hanya yang mendengar, melainkan juga pembacanya. Namun yang perlu
diperhatikan adalah dalam memperbagus bacaan ini tidak sampai merusah tajwid.
6.
Memperhatikan Kondisi Sekelilingnya
Jika ada orang tidur didekatnya, atau
sedang membaca Al – Quran, sholat ataupun yang lainnya, jangan sampai seseorang
yang sedang membaca Al – Quran mengganggu orang di sekitarnya tersebut.
Maka dari
sini kita pahami bahwa membaca Al – Quran lewat speaker masjid yang
mengganggu kenyamanan masyarakat merupakan tindakan yang menyelisihi syariat
dan berdosa serta tidak mendapatkan pahala karena menimbulkan gangguan.
7.
Menjauhi Al – Lahn (Salah Baca Yang Merusak
Bacaan)
Adab ini hukumnya wajib. Di antara
kesalahan yang merusak bacaan yakni memanshubkan yang seharusnya marfu’,
merafa’kan yang seharusnya manshub, men-jarr yang seharusnya marfu’ atau yang
semisalnya.
8.
Mentadaburi (Merenungi) Al – Quran
Terpengaruh dengan makna/pesannya,
mengambil pelajaran dengan nasihat darinya, dan memikirkannya.
-Ustadz Aris Munandar-
Sumber : Buku “Mutiara 9 : Membaca Al –
Quran”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar