Label

Senin, 18 Mei 2020

8 ADAB DALAM MEMBACA AL-QURAN


Adab – adab Membaca Al – Quran
Mengais Metode Belajar Membaca Al-Qur'an [1] – ARTIKULA.ID

1.       Berwudhu
Jika seseorang itu membaca dari mushaf maka wajib beginya untuk berwudhu terlebih dahulu, tidak boleh membaca dengan menyentuh mushaf dalam keadaan tidak berwudhu. Mengingat sabda Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam,
“Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci.” (HR. Al – Hakim)
Jika membacanya dengan hafalan, dianjurkan untuk dalam keadaan berwudhu dan boleh dalam keadaan tidak berwudhu. Adapun orang yang dalam kondisi hadats besar semacam junub dan haid maka tidak boleh baginya untuk membaca Al – Quran secara mutlak baik dengan memegang mushaf ataupun dengan hafalan sampai dia suci dari hadats besar, karena Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam tidak membaca Al – Quran ketika beliau junub.
2.       Membaca Taawudz
“Jika engkau membaca Al – Quran maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk”. (QS. An – Nahl : 98)
Ketika seseorang itu memohon perlindungan dari setan yang terkutuk maka Allah akan melindungkannya dan akan memalingkan setan darinya, sehingga dia mendapatkan manfaat dari Al – Quran yang dia baca, jika dia tidak bertaawudz maka setan akan mengganggu dan menyibukkannya dari bacaannya.
3.       Membaca Basmalah
Jika seseorang itu memulai dari awal surat, karena basmalah itu diturunkan di tiap awal surat kecuali At – Taubah.
4.       Membaca Al – Quran dengan Tartil
Tartil yaitu pelan, tidak tergesa – gesa, tolak ukur pelannay adalah memberikan kepada setiap huruf apa yang menjadi haknya dari tajwid sesuai kemampuan pembaca. Terdapat sebuah atsar tentang larangan membaca Al – Quran dengan tergesa – gesa (ngebut) dan sebagaimana menebar daql, yakni kurma yang jelek.
5.       Berupaya Memperbagus Suara Disaat Memba Al – Quran
Memperbagus bacaan dan suara saat membaca Al – Quran membuat orang suka mendengarkannya, dan yang mendapat kenikmatan tidak hanya yang mendengar, melainkan juga pembacanya. Namun yang perlu diperhatikan adalah dalam memperbagus bacaan ini tidak sampai merusah tajwid.
6.       Memperhatikan Kondisi Sekelilingnya
Jika ada orang tidur didekatnya, atau sedang membaca Al – Quran, sholat ataupun yang lainnya, jangan sampai seseorang yang sedang membaca Al – Quran mengganggu orang di sekitarnya tersebut.
Maka dari  sini kita pahami bahwa membaca Al – Quran lewat speaker masjid yang mengganggu kenyamanan masyarakat merupakan tindakan yang menyelisihi syariat dan berdosa serta tidak mendapatkan pahala karena menimbulkan gangguan.
7.       Menjauhi Al – Lahn (Salah Baca Yang Merusak Bacaan)
Adab ini hukumnya wajib. Di antara kesalahan yang merusak bacaan yakni memanshubkan yang seharusnya marfu’, merafa’kan yang seharusnya manshub, men-jarr yang seharusnya marfu’ atau yang semisalnya.
8.       Mentadaburi (Merenungi) Al – Quran
Terpengaruh dengan makna/pesannya, mengambil pelajaran dengan nasihat darinya, dan memikirkannya.


-Ustadz Aris Munandar-
Sumber : Buku “Mutiara 9 : Membaca Al – Quran”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar